HUKUM KEHIDUPAN
Senin, 14 Juli 2008
Kehidupan . . .
Kehidupan adalah sebuah perjalanan menuju keselarasan dengan Sang Pencipta.
Untuk melakukan perjalanan dibutuhkan sebuah "kendaraan".
Kendaraan itu adalah prinsip-prinsip hidup yang terangkum dalam satu kata yaitu,
PENGETAHUAN.
Dari mana kita harus memulainya...... ? ? ? ?
Setiap hari kira beraktivitas untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan hidup.
Hal itu sudah menjadi kodrat kita sebagai manusia.
Karena pada dasarnya hidup adalah untuk dinikmati.
Persoalannya adalah bagaimana atau jalan apa yag kita pilih untuk memperoleh kenikmatan itu.
Untuk itu pada tahap paling dasar kita harus mengenal ESENSI DIRI SEJATI .
Manusia pada dasarnya terdiri atas 3 unsur yaitu,
ROH
PIKIRAN / EMOSI
TUBUH FISIK
Ketiga unsur ini saling berkaitan satu sama lain.
Tetapi salah satu unsur harus menjadi "pemimpin".
Ada manusia yang lebih cenderung kehidupannya "dikuasai" TUBUH FISIK.
Inilah yang disebut dengan EGO (keinginan dunia) yang merupakan sumber dari bidang dunia
ilusi.
Ada manusia yang lebih cenderung kehidupannya lebih "dikuasai" PIKIRAN.
Dan hampir tak ada manusia yang hidup "dikuasai" ROH.
Meskipun kebenarannya manusia yang hidup "dikuasi ROH" adalah level manusia tertinggi.
Namun dunia sudah sangat dipenuhi dengan EGO manusia yang buta akan CAHAYA
KEBENARAN.
Untuk melakukan perjalanan dibutuhkan sebuah "kendaraan".
Kendaraan itu adalah prinsip-prinsip hidup yang terangkum dalam satu kata yaitu,
PENGETAHUAN.
Dari mana kita harus memulainya...... ? ? ? ?
Setiap hari kira beraktivitas untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan hidup.
Hal itu sudah menjadi kodrat kita sebagai manusia.
Karena pada dasarnya hidup adalah untuk dinikmati.
Persoalannya adalah bagaimana atau jalan apa yag kita pilih untuk memperoleh kenikmatan itu.
Untuk itu pada tahap paling dasar kita harus mengenal ESENSI DIRI SEJATI .
Manusia pada dasarnya terdiri atas 3 unsur yaitu,
ROH
PIKIRAN / EMOSI
TUBUH FISIK
Ketiga unsur ini saling berkaitan satu sama lain.
Tetapi salah satu unsur harus menjadi "pemimpin".
Ada manusia yang lebih cenderung kehidupannya "dikuasai" TUBUH FISIK.
Inilah yang disebut dengan EGO (keinginan dunia) yang merupakan sumber dari bidang dunia
ilusi.
Ada manusia yang lebih cenderung kehidupannya lebih "dikuasai" PIKIRAN.
Dan hampir tak ada manusia yang hidup "dikuasai" ROH.
Meskipun kebenarannya manusia yang hidup "dikuasi ROH" adalah level manusia tertinggi.
Namun dunia sudah sangat dipenuhi dengan EGO manusia yang buta akan CAHAYA
KEBENARAN.
Senin, 03 Desember 2007
Kedamaian
Kedamaian
Dua ketakutan yang paling berbahaya bagi kedamaian adalah ketakutan dan kebanggaan.
KETAKUTAN
Takut berarti cemas, khawatir, “tidak berani”,. Ketakutan merupakan
antitesis dari kedamaian. Ketakutan muncul sebagi akibat dari upaya
membangun hidup kita di atas dasar ilusi dan bukan prinsip-prinsip, atau
karena kita memandang konsekuensidari upaya kita mendaki tangga yang
bersandar pada dinding yang salah. Ketakutan muncul ketika kita lelah,
loyo, terbelit utang, atau ketika kita telah menghancurkan
hubungan-hubungan, ketika kita tidak berkembang, serta tidak merasa
adanya makna dan tujuan dalam hidup ini. Ketakutan muncul ketika kita
tidak seimbang, dan ketika kita tidak berhasil meraih tujuan-tujuan kita.
Ketakutan muncul ketika kita kehilangan arah dalam perspektif harian
yang terbatas dan mendesak, dan ketika tidak berhasil bertindak dengan
integritas kita pada saat penentuan pilihan. Ketakutan muncul ketika pola
pikir kita adalah pola pikir persaingan, ketika pola interaksi menang-kalah
memenuhi hidup dan lingkungan kita dengan sikap saling sikut, main
intrik, dan pemikiran yang suka membanding-bandingkan. Ketakutan
muncul ketika kita kebingungan di tengah hutan tanpa kompas atau peta
yang akurat. Ketakutan muncul ketika kita menemukan bahwa peta-peta
yang disodorkan orang lain kepada kita justru semakin menjauhkan kita
dari tujuan yang kitra inginkan.
KEBERANIAN
Keberanian, sebaliknya, muncul akibat dari pengetahuan bahwa terdapat
prinsip-prinsip. Ia muncul ketika kebutuhan-kebutuhan dan
kemampuan-kemampuan kita terpenuhi secara seimbang. Keberanian
muncul ketika kita memiliki visi yang jelas, keseimbangan antar peran,
dan kemampuan untuk menetapkan serta meraih tujuan-tujuan yang
bermakna, perspektif untuk mengatasi mendesaknya waktu, watak dan
kompetensi untuk bertindak dengan integritas saat penentuan pilihan,
mentalitas berkelimpahan untuk dapat saling mengisi secara sinergis dan
efektif dalam realitas kesaling-tergantungan. Keberanian muncul dari hati,
dan kalau kita berhubungan dengan hati kita, muncullah harapan.
